BNP2TKI Sosialisasikan Materi Pelatihan calon TKI Timur Tengah

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (5/9) – BNP2TKI melalui Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan menggelar “Sosialisasi Materi Pelatihan calon TKI untuk Tujuan Negara Timur Tengah” kepada Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) dan Pelaksana Penempatan Tenaga Indonesia Swasta (PPTKIS).

Sosialisasi Materi Pelatihan calon TKI Untuk Tujuan Negara Timur Tengah tersebut dilakukan di auditorium BNP2TKI pada Rabu (5/9). “Kepada pimpinan asosiasi, BLKLN, PPTKIS untuk negara penempatan Timur Tengah saya ucapkan terima kasih telah hadir pada acara sosialisasi ini. Acara ini diadakan untuk memperkaya ilmu dan pengetahuan para calon TKI agar memahami dengan baik kondisi kerja, adat istiadat, bahasa sehari hari dan resiko bekerja di negara penempatan,” ujar Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Agus Sunaryadi saat membuka acara tersebut.

resiko bekerja di negara penempatan,” ujar Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Agus Sunaryadi saat membuka acara tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih, Kepala Biro Oganisasi dan Kepegawain BNP2TKI Herry Hidayat, sejumlah pejabat eselon III dan IV di lingkungan BNP2TKI serta stake holder terkait.
Menurut Agus, dalam ajaran agama manapun disebutkan, bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap individu. Salah satunya memberikan pelantihan kepada calon TKI yang ingin bekerja ke luar negeri. Pelatihan untuk calon TKI sangat diperlukan dengan tujuan TKI bisa melakukan pekerjaannya dengan baik saat berada di negara penempatan. “Acara ini pasti sangat bermanfaat bagi calon TKI, TKI sukses Indonesia bangga,” ujarnya.
Di tempat yang sama Plt Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa TKI (APJATI) Rusjdi Basalamah menyatakan “punishment” dan penegakan hukum kepada BLKLN atau PPTKIS bukan di wilayahnya. “Produk yang BLK ciptakan kami yang menerima eksesnya. Tugas kami adalah membenahi pelatihan, pernah tidak jika ada masalah yang disalahkan BLK-nya, pasti yang disalahkan PPTKIS-nya,” ujar Rusjdi Basalamah. Ia mengakui tidak berpangku kepada persoalan-persolan yang sudah lama terjadi, tidak mau berpolemik terus. “Itu lupakan, kita harus menata kembali dan sekarang ini waktu yang tepat membenahi pelatihan TKI dengan serius,” katanya. (hpp/b)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>