FLU BURUNG

12443335_10209175852703127_1925166039_oBulan Maret 2016 ini, kita dikejutkan dengan berita kematian lebih dari 6.000 unggas secara mendadak di Banyuwangi dan Lamongan, disusul 20 ekor lainnya di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, yang kesemuanya diakibatkan oleh virus Flu Burung.

Kematian unggas akibat virus flu burung ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat virus ini dapat menjangkit manusia dan – dalam beberapa kasus – dapat menyebabkan kematian. Untuk mencegah hal tersebut, mari kita sedikit mengulas kembali apa itu Flu Burung.

Flu Burung (avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang umumnya ditemukan pada burung dan unggas seperti itik, ayam, entok, burung puyuh, angsa, burung liar dan beberapa binatang lainnya. Flu Burung menyebabkan kematian unggas secara mendadak dan menyebar dengan cepat. Sebagian besar jenis Flu ini hanya menular antar sesama unggas, namun ada beberapa tipe seperti A(H5N1) dan A (H7N9) yang menyebabkan infeksi serius pada manusia.

Kabar baiknya, virus Flu Burung diketahui tidak mudah menyebar dari orang ke orang, dan hanya menular melalui kontak yang sangat dekat. Flu Burung juga tidak menular melalui makanan seperti daging dan telur unggas yang telah dimasak dengan matang.

Dalam sebagian besar kasus, manusia tertular ketika berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan unggas/kotoran unggas, atau berada di lingkungan yang terkontaminasi virus Flu Burung. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan-tindakan pencegahan untuk mengurangi risikonya.

Ada 4 (empat) langkah penting yang dapat kita lakukan agar terhindar dari bahaya Flu Burung:

Screen Shot 2016-03-23 at 2.41.37 PM

1. Laporkan segera pada pengurus RT/RW/Kepala Desa atau manteri hewan setempat, bila anda melihat ayam, burung atau bebek yang mati secara mendadak.

Screen Shot 2016-03-23 at 2.47.24 PM

2. Cuci Tangan dan peralatan yang bersentuhan dengan ayam, bebek, burung dan dagingnya menggunakan sabun.

Screen Shot 2016-03-23 at 2.48.13 PM

3. Jangan Menyentuh ayam, burung dan bebek yang sakit atau mati tanpa memakai sarung tangan.

Screen Shot 2016-03-23 at 2.49.20 PM

4. Pisahkan kadang ayam, burung dan bebek dengan pemukiman penduduk.

Screen Shot 2016-03-23 at 3.20.33 PM

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>